Gunungsitoli (Humas)- Kementerian Agama Kota Gunungsitoli menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan implementasi kurikulum merdeka. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Kamis (09/11) di Aula MAN Kota Gunungsitoli. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kota Gunungsitoli, Kasi PHBI Kantor Kemenag Kota Gunungsitoli, Pengawas Madrasah, Kepala MA, MTs, dan MI Negeri se-kota Gunungsitoli dan para peserta.

Arenibi Maruhawa, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan bahwa peserta sosialisasi pelatihan implementasi kurikulum merdeka ini berjumlah 60 orang guru dari 8 Madrasah di lingkup kemenag Kota Gunungsitoli. Beliau berharap pelatihan ini dapat memperkaya guru-guru dalam menerapkan kurikulum merdeka di madrasah masing-masing.

Senada dengan hal tersebut, Kakan kemenag Kota Gunungsitoli, Dr. H. Hayatsyah, M.Pd. sebelum membuka pelatihan secara resmi, menegaskan bahwa Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas tenaga pendidik dalam menghadapi pesatnya perkembangan zaman.
Berdasarkan data yang diperoleh, dari 60 peserta pelatihan, 13 orang diantaranya merupakan Guru MAN Kota Gunungsitoli. Para peserta sangat antusias menerima materi dari Instruktur Nasional, Shofar Sholahudin, M.Pd.

Terkait materi yang diberikan, pemateri meluruskan mindset guru yang keliru terkait kurikulum merdeka. Hakikat kurikulum merdeka bukan tentang administrasi yang banyak dan mempersulit ruang gerak guru, sebaliknya esensi kurikulum merdeka adalah tentang pembelajaran yang menggiring siswa memiliki cara berpikir tingkat tinggi dengan cara yang sederhana. Lebih dari itu, kurikulum merdeka menekankan karakter positif dalam menjalin hubungan dengan Allah dan sesama manusia, sehingga membentuk pribadi yang bermanfaat dan rahmatan lil ‘alamiin.

Mengakhiri pelatihan hari ini, Shofar Sholahudin menutup dengan kata-kata motivasi, “Bapak Ibu, menjadi guru adalah pekerjaan mulia, maka jangan pernah berputus asa, sempurnakan saja ikhtiar duniamu, lengkapilah dengan ikhtiar akhiratmu, biar waktu yang mengantarkan pada takdir baikmu”. Kata-kata ini disambut dengan sorai tepuk tangan dari seluruh peserta pelatihan.-(DH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *